Mataku terpejam dan kakiku bertumpu di lantai lembap balkon. Mungkin mataku memang masih terkantuk-kantuk, namun rasa yang tadi malam hinggap masih 100% membekas.
Lalu, kubuka mataku dan tak ada bedanya. Rasa itu tetap memanggil. Bagaimana rasanya? Dengan berbagai opsi diksi yang ditawarkan cerebrumku, aku masih kesulitan menemukan kata yang tepat. Namun, ku temukan yang hampir tepat.
Rasa itu diracik dengan sedikit berkabung dan sedikit euforia kegembiraan. Lalu jika sedikit-sedikit, apa sisanya?
Sisanya ialah kebingungan & ketakutan tersesat.
No comments:
Post a Comment