Sunday, 4 March 2018

MY SAD SUNDAY

HI!!
Long time no see....
I just wanna share my ‘lil bit thoughts which are never gone ‘till now. I forgot when they came, but I do believe they already changed my life. Without any more pep-talks, let’s begin.

Here I am, settle at this place. Stuck on my anguish zone, oftentimes. I don’t say sometimes as I dare to say that the knob of my life is agony. I can’t barely stand and still counting when it comes (Is it untill He picks me up?). Oh, please, don’t ever think that again, Dina. You know that you can.

But, literally I’m feeling lonely & having sight like nobody really loves & cares to me. Do I not satisfied ? I know, maybe almost inhabitant in this earth are like that, but it could be only me who feel pretty much. Now, I should learn to always grateful.

By the way, I wanna know what are you thinking of when reading this trash. Whether I’m pathetic enough or I just lost for a while and much possibly to go the right path.

Sunday, 30 July 2017

Patient

I think the best way of solve anything is patient, indeed. Kau bisa menyimak postku pada tanggal 6 Maret 2017 yang berjudul "Some People Care Too Much, I Think It's Called Love". Di situ kata ganti dia yang kumaksud ialah diriku sendiri. Saat itu, aku sedang benar-benar menanti kapan sedih berlarut itu berakhir. Dan tak kusangka, Allah memiliki rencana yang begitu hebat & luar biasa tak terduga. Sehingga aku dipertemukan dengan sesosok pria *waseq* yang jauh lebih baik dari seseorang terdahulu who ever killing my heart so deep. Dan sesosok pria tersebut ialah bukan seseorang yang baru sejengkal kukenal, namun ia adalah seseorang yang termasuk dalam list daftar teman yang akrab denganku. Apa aku pernah membayangkan semua ini terjadi? Oh sama sekali tidak! Tidak pernah anganku berimajinasi bahwa pertemuan kami setelah sekian lama tidak jumpa akan berakhir pada jurang affection

Tepatnya, pada tanggal 16 Mei 2017, semua perjalanan kisah suramku berputar haluan menuju suatu kebahagiaan tiada tara. Sedikit demi sedikit aku benar-benar lupa dengan rasa hancur leburku dulu. Hingga pada akhirnya, apa yang kutulis pada 6 Maret itu menjadi suatu kenyataan. Tersenyum mengingat memori itu.  

So, my beloved friends, janganlah pernah berhenti berharap kepada Allah & bersabarlah dalam menghadapai suatu permasalahan & yakini bahwa Allah selalu memiliki rencana yang tak terduga dan lebih baik daripada rencanamu sendiri :)

Sujud syukur kepada Allah SWT. Especially thanks to Ibu yang selalu sigap menemaniku & mendengarkanku berkeluh kesah serta Muhammad Ihsan Prayogo yang selalu sabar, mengerti & turut serta berkontribusi dalam kebahagiaan hidupku saat ini :) *yeeeey* *hugs*      

Wednesday, 26 July 2017

Don't Runaway!

The universe is stiff. And no surprise if there a lot of human type within there. 

May you fortune to encounter the good one or we can say "the one who alike with you". But what if you find the one who doesn't fit you? 

My experience wisely says : Don't ever runaway! You should face them up. This is how the world works. To attempt how far person able to adapt. Maybe for once you're not  enough to relate with those kind of person (that you dislike), but time never lies. The next part would be easier. 

Never underestimate yourself, pals! You are more than what you thought.

Tersesat

Padang bulan dan rona bintang tak kunjung hilang.
Mataku terpejam dan kakiku bertumpu di lantai lembap balkon. Mungkin mataku memang masih terkantuk-kantuk, namun rasa yang tadi malam hinggap masih 100% membekas.

Lalu, kubuka mataku dan tak ada bedanya. Rasa itu tetap memanggil. Bagaimana rasanya? Dengan berbagai opsi diksi yang ditawarkan cerebrumku, aku masih kesulitan menemukan kata yang tepat. Namun, ku temukan yang hampir tepat.

Rasa itu diracik dengan sedikit berkabung dan sedikit euforia kegembiraan. Lalu jika sedikit-sedikit, apa sisanya?

Sisanya ialah kebingungan & ketakutan tersesat.

Monday, 6 March 2017

Some People Care Too Much, I think It’s Called Love

Ketika dengan sedikit memori yang menyentuh kalbu ia meneteskan air mata lagi. Ia sadar pernah berjanji tak akan lagi seperti itu. Namun, seseorang dengan sifat feeling seperti yang MBTI katakan, akan selalu “sulit” mengendalikan perasaannya.

Di lain waktu kemudian ia mengingat betapa Winnie the Pooh’s quotes is extremely true. Some people care too much, I think it’s called love. Mengapa ia memiliki rasa yang tulus, meskipun seberapapun ia tersakiti?

Ia bertekad tak menyimpan rasa itu lagi. Namun, ketika badai menghempas memori ia akan kembali kelabu. Seperti awan senja yang sendu. Mencipratkan warna oranye dan merah merona, seperti pipinya ketika deras air mata membasahi pelupuk pipinya.

Ia menanti kapan kontinuitas ini berhenti. Ia yakin suatu hari nanti akan tiba saatnya ia tersenyum mengingat memori ini, megingat betapa bodohnya ia. Namun, ia tak tahu kapan saat itu terjadi.
Mungkin. Hingga saat itu belum kunjung tiba, ia masih merasakan gejolak patahnya jembatan yang telah ia bangun dengan berton-ton beton, beribu-ribu belulang pekerja, dan setiap detik yang tak terhitung angkanya.

Semoga ia lekas sembuh. Semoga ia tak lemah lagi. Karena seberapapun cinta, jika memang Allah tidak meridhai, maka Allah akan menjauhkan, bukan?


Dari sisi lainmu yang dengan diam menginginkanmu selalu bersukacita.