Monday, 6 March 2017

Some People Care Too Much, I think It’s Called Love

Ketika dengan sedikit memori yang menyentuh kalbu ia meneteskan air mata lagi. Ia sadar pernah berjanji tak akan lagi seperti itu. Namun, seseorang dengan sifat feeling seperti yang MBTI katakan, akan selalu “sulit” mengendalikan perasaannya.

Di lain waktu kemudian ia mengingat betapa Winnie the Pooh’s quotes is extremely true. Some people care too much, I think it’s called love. Mengapa ia memiliki rasa yang tulus, meskipun seberapapun ia tersakiti?

Ia bertekad tak menyimpan rasa itu lagi. Namun, ketika badai menghempas memori ia akan kembali kelabu. Seperti awan senja yang sendu. Mencipratkan warna oranye dan merah merona, seperti pipinya ketika deras air mata membasahi pelupuk pipinya.

Ia menanti kapan kontinuitas ini berhenti. Ia yakin suatu hari nanti akan tiba saatnya ia tersenyum mengingat memori ini, megingat betapa bodohnya ia. Namun, ia tak tahu kapan saat itu terjadi.
Mungkin. Hingga saat itu belum kunjung tiba, ia masih merasakan gejolak patahnya jembatan yang telah ia bangun dengan berton-ton beton, beribu-ribu belulang pekerja, dan setiap detik yang tak terhitung angkanya.

Semoga ia lekas sembuh. Semoga ia tak lemah lagi. Karena seberapapun cinta, jika memang Allah tidak meridhai, maka Allah akan menjauhkan, bukan?


Dari sisi lainmu yang dengan diam menginginkanmu selalu bersukacita. 

No comments:

Post a Comment