Saat ini, ketika aku sudah duduk di bangku perkuliahan, jujur saja aku takut. Aku takut karena ini adalah jembatanku menuju kesuksesanku nantinya. Aku takut tak bisa meraih apa yang diharapkan my beloved parents. Tapi mungkin, rasa takut itu kukendalikan sebisa mungkin yang pada akhirnya membawaku pada jurang yang salah. Aku mengendalikan degan meganggap enteng, mungkin terlalu enteng, sehingga hal yang kulakukan tidak maksimal seperti yang seharusnya. Merasa takut itu ternyata bukanlah kesalahan. Jangan buang rasa takut itu as a coward. Otherwise, jadikan rasa takutmu untuk membentuk keberanian. Keberanian bertanggung jawab, bukan malah mengelak dari tanggung jawab. Keberanian untuk memotivasi diri sendiri, bukan malah menarik diri. Seperti apa yang dikatakan Mandela, "I can pretend that I'm brave". Dan kalimat itu kemudian diinterpretasikan oleh Richard Stengel, ".....he would describe courage: pretending to be brave. Fearlessness is stupidity. Courage is not letting the fear defeat you".
Maka, jangan buang rasa takutmu degan mengecap rasa takutmu sebagai hal yang "bodo amat". Taburlah benih courage within your soul and manners.
Cheers you up! Karena untuk menjadi kupu-kupu, ia harus menjadi ulat dan melewati masa metamorfosis yang penuh penantian.
No comments:
Post a Comment